JAKARTA - Pembangunan Kawasan Industri Pupuk (KIP) Fakfak di Papua Barat dipandang sebagai angin segar bagi sektor pertanian lokal.
Petani Papua yang selama ini menghadapi tantangan tinggi biaya distribusi dan keterbatasan akses pupuk kini bisa tersenyum, karena kehadiran pabrik pupuk akan memperpendek rantai distribusi dan menekan biaya produksi.
Gracia Josaphat Jobel Mambrasar, anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Otonomi Khusus Papua, yang akrab dipanggil Billy Mambrasar, menekankan bahwa tingginya biaya pengiriman pupuk selama ini menjadi hambatan utama produktivitas pertanian di wilayah ini.
“Cost biaya pengiriman pupuk itu kan menjadi hampir lebih sepertiga dari biaya pertanian selain biaya tenaga kerja. Jadi bayangkan ketika terjadi hilirisasi pupuk dan biaya logistiknya lebih murah,” ujar Billy.
Dengan adanya pabrik pupuk di Fakfak, efisiensi logistik diharapkan memberikan manfaat langsung bagi para petani, mulai dari ketersediaan pupuk lebih cepat hingga peningkatan produktivitas di lapangan.
Efisiensi Logistik dan Daya Saing Pertanian
Billy menambahkan bahwa efisiensi biaya distribusi pupuk akan berdampak pada daya saing produk pertanian Papua. Menurutnya, penurunan biaya hingga sepertiga dari sebelumnya dapat membuat harga produksi lebih kompetitif dan menarik pasar yang lebih luas.
“Maka kita bisa menekan biaya hingga sepertiga dari yang sekarang. Artinya lebih kompetitif produk pertaniannya,” jelas Billy.
Selain menekan biaya, kedekatan akses pupuk juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, terutama bagi petani yang berada di wilayah terpencil dengan tantangan geografis yang cukup berat.
“Petani-petani lokal yang ada di wilayah-wilayah yang selama ini ketika mendatangkan pupuk harus nunggu berjam-jam. Itu bisa terbantu dengan availability yang ada. Jadi produktivitasnya naik,” tambahnya.
Dengan ketersediaan pupuk yang lebih mudah dijangkau, para petani tidak lagi menghadapi keterlambatan saat masa tanam. Hal ini menjadi faktor penting untuk menjaga ketahanan pangan di Papua.
Dampak pada Efisiensi Biaya Produksi
Billy menekankan bahwa efisiensi biaya produksi akan memberi keuntungan ganda. Selain menekan harga pokok produksi, hal ini juga memungkinkan harga komoditas pertanian di pasar menjadi lebih kompetitif.
“Peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya produksi pertanian akan berdampak pada harga komoditas pertanian yang lebih kompetitif, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Billy.
Dengan demikian, pembangunan pabrik pupuk bukan sekadar fasilitas industri, tetapi menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi pertanian yang lebih luas di Papua.
Penguatan Ekosistem Industri Pertanian
Selain hilirisasi pupuk, Billy menyoroti pentingnya penguatan ekosistem industri pertanian secara menyeluruh.
“Jika industri hulu seperti benih unggul, pupuk, dan alat mesin pertanian diperkuat, serta industri hilir seperti pengolahan, pengemasan, dan distribusi dibangun di dekat sentra produksi, maka dampaknya akan sangat besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan petani,” jelas Billy.
Artinya, keberadaan pabrik pupuk di Fakfak bisa menjadi pusat penggerak ekonomi lokal, tidak hanya menyediakan pupuk, tetapi juga mendukung pengembangan industri hilir yang bernilai tambah.
Hilirisasi dan Pemanfaatan Gas Alam
Pembangunan pabrik pupuk di Fakfak juga terkait dengan hilirisasi sumber daya alam, khususnya gas alam, yang menjadi bahan baku utama produksi pupuk. Billy menekankan bahwa pemanfaatan gas alam secara lokal dapat menciptakan dampak ekonomi yang luas.
“Misalnya dari gas alam yang ada di situ, itu yang tadinya 100% di-export bisa terjadi hilirisasi gas alam juga. Sebagiannya dialokasi untuk pabrik pupuk,” tutur Billy.
Langkah ini diharapkan meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam Papua, sekaligus membuka peluang pendapatan baru dan penyerapan tenaga kerja lokal.
Dampak Ekonomi Berganda
Billy menambahkan bahwa pengembangan industri pupuk di Papua dapat menimbulkan multiplier effect bagi perekonomian daerah.
“Jadi bayangkan dampak bergandanya itu luar biasa dari sisi income, revenue, sampai ke penyerapan tenaga kerja,” tutur Billy.
Selain meningkatkan pendapatan petani, pembangunan pabrik pupuk juga mendorong pertumbuhan ekonomi regional, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan pangan melalui ketersediaan pupuk yang lebih mudah dijangkau.
Kehadiran Pabrik Pupuk Fakfak di Papua Barat diharapkan menjadi solusi nyata bagi tantangan yang dihadapi petani. Dari pengurangan biaya logistik hingga peningkatan produktivitas, pabrik ini menawarkan kemudahan akses pupuk, memperkuat daya saing pertanian, serta membuka peluang ekonomi baru melalui hilirisasi sumber daya alam.
Dengan dukungan industri hulu dan hilir yang kuat, manfaat pembangunan pabrik pupuk akan dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Papua, menjadikan sektor pertanian lebih efisien, produktif, dan kompetitif.