Kepala BGN Pastikan MBG Tetap Disalurkan Selama Bulan Ramadhan 2026

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:25:17 WIB
Kepala BGN Pastikan MBG Tetap Disalurkan Selama Bulan Ramadhan 2026

JAKARTA - Bulan Ramadhan tidak menjadi penghalang bagi Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026. 

Kepala BGN, Dadan Hindayana, memastikan bahwa seluruh penerima manfaat tetap menerima makanan bergizi, meski beberapa daerah mayoritas warganya menjalankan ibadah puasa.

Dadan menjelaskan bahwa MBG akan tetap dibagikan pada jam sekolah, memungkinkan anak-anak membawa pulang makanan siap santap untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. 

“Seperti tahun lalu, untuk daerah yang mayoritas berpuasa, makanan akan dibagikan pada saat jam sekolah. Ketika pulang, mereka membawa makanan itu,” ujar Dadan.

Program MBG ini menekankan fleksibilitas mekanisme distribusi, memastikan kebutuhan gizi pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap terpenuhi tanpa terganggu oleh jadwal puasa.

Makanan Siap Santap dan Tahan 12 Jam

Salah satu strategi BGN adalah menyiapkan makanan siap santap dengan daya tahan hingga 12 jam. Hal ini memungkinkan anak-anak yang berpuasa tetap mendapatkan nutrisi yang aman untuk dikonsumsi saat waktu berbuka.

“Makanannya yang siap santap dan tahan 12 jam, sehingga untuk yang puasa dikonsumsinya pada saat buka,” jelas Dadan. Strategi ini menjaga kualitas makanan sekaligus menjamin keamanan konsumsi, terutama bagi anak-anak yang membawa makanan pulang dari sekolah.

Di daerah mayoritas tidak berpuasa, distribusi MBG tetap berjalan normal tanpa penyesuaian. Dadan menegaskan, mekanisme penyaluran hanya berbeda berdasarkan kebutuhan lokal, tetapi jumlah penerima manfaat tetap sama.

“Semua (diutamakan) baik yang puasa maupun tidak puasa, hanya mekanismenya yang berbeda. Kalau di daerah yang tidak puasa kan normal seperti hari biasa. Untuk daerah yang puasa, makanannya siap santap dibawa untuk dikonsumsi saat buka,” tambahnya.

Target Besar Penerima Manfaat MBG 2026

BGN menargetkan program MBG dapat dinikmati 82,9 juta penerima manfaat pada tahun 2026. Target ambisius ini mencakup berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.

Dadan optimistis target tersebut dapat dicapai dalam waktu lima bulan, dengan harapan program selesai pada bulan Mei 2026. 

“Target kami adalah 82,9 juta jiwa. Insya Allah akan selesaikan di tahun ini. Mudah-mudahan di bulan Mei sudah selesai. Insya Allah 5 bulan,” ungkap Dadan.

Pencapaian target tersebut didukung oleh bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, yang terus berkembang secara cepat untuk memastikan distribusi makanan berjalan efisien.

Anggaran Besar Mendukung Penyaluran MBG

Untuk menjalankan target ambisius tersebut, BGN memperoleh pagu anggaran Rp 268 triliun ditambah dana standby sebesar Rp 67 triliun, sehingga total anggaran program mencapai Rp 335 triliun. 

Menurut Dadan, angka ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga ketahanan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, selama Ramadhan dan sepanjang tahun.

“Kita sudah mendapat pagu anggaran Rp 268 triliun dengan dana standby Rp 67 triliun, sehingga total kita dianggarkan Rp 335 triliun,” jelas Dadan. Dukungan anggaran ini memungkinkan penyediaan makanan bergizi yang aman, tahan lama, dan dapat menjangkau seluruh penerima manfaat di berbagai daerah.

Mekanisme Penyaluran di Berbagai Daerah

Penyaluran MBG disesuaikan dengan kondisi lokal. Di daerah mayoritas berpuasa, makanan siap santap dibagikan pada jam sekolah sehingga bisa dikonsumsi saat berbuka. Sedangkan di daerah mayoritas tidak berpuasa, distribusi dilakukan secara normal tanpa penyesuaian jam.

Strategi ini memastikan keadilan distribusi tanpa mengurangi kualitas layanan. Seluruh penerima tetap mendapatkan jumlah makanan yang sama, namun mekanisme distribusinya lebih fleksibel agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal.

Keamanan dan Kualitas Makanan

Makanan MBG yang disalurkan dipersiapkan dengan standar keamanan dan daya tahan tinggi. Dadan menjelaskan bahwa makanan siap santap tahan hingga 12 jam, sehingga kualitas gizi tetap terjaga hingga dikonsumsi saat berbuka. 

Hal ini penting untuk memastikan anak-anak yang membawa pulang MBG tetap mendapatkan manfaat gizi optimal.

Selain itu, dapur MBG atau SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia memastikan kontrol kualitas dilakukan secara ketat. Makanan diolah dan dikemas agar aman, higienis, dan praktis bagi penerima manfaat.

Penerima Manfaat Beragam dan Inklusif

Program MBG tidak hanya ditujukan untuk pelajar, tetapi juga mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Dengan cakupan luas ini, program MBG berperan penting dalam mendukung pemenuhan gizi nasional dan memastikan kelompok rentan tetap menerima nutrisi yang cukup.

Dadan menegaskan bahwa tidak ada penerima yang tertinggal, baik di daerah mayoritas berpuasa maupun tidak. Mekanisme penyaluran hanya menyesuaikan kondisi lokal, sementara kualitas dan jumlah makanan tetap terjamin.

Optimisme BGN Capai Target MBG

Dengan dukungan anggaran besar dan mekanisme distribusi yang fleksibel, BGN optimistis dapat menyelesaikan target 82,9 juta penerima manfaat dalam lima bulan. Penambahan dapur MBG dan SPPG di seluruh Indonesia menjadi kunci keberhasilan program.

“Insya Allah, target 82,9 juta penerima manfaat akan tercapai pada bulan Mei 2026. Dukungan anggaran dan jumlah dapur MBG yang terus bertambah menjadi faktor utama keberhasilan,” ujar Dadan.

Program MBG tetap berjalan selama Ramadhan 2026, dengan mekanisme penyaluran disesuaikan kondisi lokal. Makanan siap santap tahan 12 jam memastikan anak-anak yang berpuasa tetap menerima gizi optimal. 

Target ambisius 82,9 juta penerima manfaat ditopang oleh anggaran Rp 335 triliun dan penambahan dapur MBG di seluruh Indonesia. 

Program ini menunjukkan komitmen pemerintah menjaga ketahanan gizi masyarakat, sekaligus memastikan akses makanan bergizi merata di seluruh daerah.

Terkini