Ratu Máxima Tegaskan Perusahaan Wajib Dukung Kesehatan Finansial Setiap Pekerja Indonesia

Jumat, 28 November 2025 | 11:31:58 WIB
Ratu Máxima Tegaskan Perusahaan Wajib Dukung Kesehatan Finansial Setiap Pekerja Indonesia

JAKARTA - Kesehatan finansial karyawan bukan hanya urusan pribadi, tetapi juga berdampak langsung pada produktivitas dan ketahanan perusahaan. 

Banyak pekerja menghadapi tekanan akibat kondisi keuangan pribadi, termasuk utang, biaya hidup, dan pengelolaan pendapatan yang tidak efisien. 

Ratu Máxima, Penasihat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kesehatan Finansial (UNSGSA), menekankan pentingnya peran perusahaan dalam menjaga kesejahteraan finansial pekerja.

Dampak Tekanan Finansial terhadap Produktivitas

Dalam acara National Financial Health Event di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Ratu Máxima menyampaikan bahwa masalah finansial karyawan sering kali menjadi isu tersembunyi. 

“Itu tentu memengaruhi produktivitas mereka. Karena itu, bagi pemberi kerja, sangat penting memastikan para pekerjanya juga sehat secara finansial,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tekanan finansial dapat menggerus konsentrasi dan motivasi kerja. Seseorang mungkin hadir di kantor setiap hari dan menjalankan rutinitasnya, tetapi pikirannya tetap fokus pada upaya membayar utang atau menutupi kebutuhan hidup. 

Kondisi ini jelas berdampak negatif terhadap kinerja dan efisiensi kerja, sekaligus meningkatkan risiko stres dan burnout.

Peran Proaktif Perusahaan

Ratu Máxima menilai perusahaan harus mengambil peran proaktif untuk membangun ekosistem yang mendukung kesehatan finansial. Langkah-langkah ini mencakup:

Program Literasi Finansial: Memberikan edukasi tentang pengelolaan uang, menabung, dan perencanaan utang.

Akses Produk Keuangan Aman: Memfasilitasi karyawan untuk memperoleh produk keuangan terjangkau dan legal.

Konsultasi dan Pendampingan Finansial: Memberikan layanan konsultasi keuangan di tempat kerja atau melalui platform digital.

“Perusahaan yang mendukung kesejahteraan finansial karyawannya tidak hanya memberi manfaat bagi pekerja, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas bisnis dan pertumbuhan ekonomi,” tambah Ratu Máxima. 

Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak hanya memperhatikan karyawan sebagai sumber daya manusia, tetapi juga menjaga produktivitas jangka panjang dan loyalitas tenaga kerja.

Menormalisasi Pembicaraan Finansial

Selain itu, Ratu Máxima menekankan pentingnya menormalisasi diskusi soal keuangan di tempat kerja. Di banyak lingkungan profesional, topik uang masih dianggap tabu. Padahal, pembicaraan terbuka tentang kondisi finansial dapat meningkatkan kesadaran, memperkuat kepercayaan diri, dan mendorong perilaku finansial yang lebih sehat.

“Kita harus bicara soal uang, meski kadang terasa tabu. Padahal semua orang menghadapi tantangan yang sama,” katanya. 

Dengan menormalisasi diskusi finansial, karyawan lebih berani mencari bantuan, memahami risiko, dan menerapkan strategi pengelolaan keuangan yang tepat. Hal ini juga membantu perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang transparan dan suportif.

Data Finansial Rumah Tangga Indonesia

Data dari UNSGSA memperlihatkan tantangan finansial yang signifikan di Indonesia. Beberapa temuan utama meliputi:

Enam dari sepuluh orang menyatakan pendapatan mereka tidak cukup untuk kebutuhan hidup dasar.

58% pekerja mengakhiri bulan tanpa sisa dana sama sekali.

Hampir empat dari sepuluh orang tidak dapat menanggung pengeluaran besar tanpa berutang atau meminta bantuan keluarga/teman.

Rata-rata rumah tangga Indonesia mengalokasikan 75% pendapatan untuk konsumsi sehari-hari dan 11% untuk pembayaran utang, sehingga hanya tersisa 14% untuk tabungan. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk kesulitan menabung dan menghadapi risiko finansial jangka panjang.

Ketergantungan pada Pinjaman Cepat

UNSGSA juga mencatat tren meningkatnya penggunaan layanan pinjaman jangka pendek. Separuh konsumen mengandalkan Buy Now, Pay Later (BNPL), dan tiga dari sepuluh menggunakan payday loans untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penggunaan kartu kredit pun memunculkan risiko:

6 dari 10 pengguna kartu kredit hanya membayar tagihan minimum.

3 dari 10 mengaku memiliki utang yang terlalu besar.

Separuh pengguna BNPL adalah generasi muda usia 18–35 tahun.

Fenomena ini menegaskan bahwa pekerja membutuhkan edukasi dan dukungan finansial untuk mengelola utang dan pengeluaran, agar tidak mengorbankan kesehatan mental dan produktivitas.

Strategi Perusahaan untuk Mendukung Karyawan

Berdasarkan data dan pengalaman internasional, Ratu Máxima menekankan beberapa strategi yang dapat diterapkan perusahaan:

Edukasi Finansial Berkala: Workshop atau webinar tentang perencanaan anggaran, pengelolaan utang, dan tabungan.

Akses Produk Keuangan Aman: Kerja sama dengan bank atau lembaga keuangan untuk menawarkan produk terjangkau.

Konsultasi Pribadi: Memberikan sesi konseling finansial untuk karyawan yang membutuhkan.

Program Insentif dan Tabungan: Menyediakan fasilitas tabungan atau investasi yang dapat dicicil melalui gaji.

Lingkungan Terbuka: Mendorong diskusi tentang uang agar karyawan merasa nyaman membahas masalah finansial.

Langkah-langkah ini tidak hanya membantu karyawan mengatasi tekanan finansial, tetapi juga meningkatkan retensi dan kepuasan kerja.

Kesehatan finansial karyawan merupakan aspek penting yang memengaruhi produktivitas, motivasi, dan loyalitas tenaga kerja. 

Perusahaan yang peduli akan kesejahteraan finansial pekerjanya tidak hanya memberi manfaat bagi karyawan, tetapi juga memperoleh keuntungan jangka panjang berupa stabilitas operasional dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Dengan menyediakan program literasi finansial, akses ke produk keuangan aman, konsultasi pribadi, dan menormalisasi diskusi tentang keuangan, perusahaan dapat membantu pekerja mengelola utang, menabung, dan merencanakan masa depan lebih baik. 

Pendekatan ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan tenaga kerja yang sehat secara finansial, fokus, dan produktif, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Ratu Máxima menekankan bahwa perhatian perusahaan terhadap kesehatan finansial karyawan bukan sekadar tanggung jawab moral, tetapi juga investasi jangka panjang bagi pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis. 

Dengan begitu, karyawan dapat bekerja dengan tenang, produktif, dan berkontribusi maksimal bagi perusahaan dan masyarakat luas.

Terkini

Cek paket Zalora: Panduan Lengkap Melacak Pesananmu

Minggu, 30 November 2025 | 12:17:46 WIB

Update Harga iPhone 13 di iBox Terbaru 2025

Minggu, 30 November 2025 | 12:17:45 WIB

10 Aplikasi Menulis di Android 2025

Minggu, 30 November 2025 | 10:17:06 WIB

Harga HP Tecno Pova 5 dan Spesifikasinya di Indonesia

Minggu, 30 November 2025 | 10:17:02 WIB