JAKARTA - Pasar saham Indonesia hari ini menunjukkan tanda-tanda perbaikan setelah mengalami tekanan kemarin.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan Jumat, 28 November 2025. Data RTI mencatat pada pukul 09.17 WIB, IHSG naik 21,395 poin atau 0,25 persen ke level 8.567,260 dari posisi pembukaan di 8.555,656.
Meskipun sempat menyentuh titik tertinggi di 8.570 dan menurun sementara ke 8.536, pergerakan IHSG pagi ini menunjukkan potensi rebound yang cukup menjanjikan bagi pelaku pasar yang ingin memanfaatkan momentum positif.
Kinerja IHSG Sebelumnya
Riset harian dari BNI Sekuritas mencatat bahwa IHSG kemarin, Kamis, 27 November, ditutup melemah sebesar 0,65 persen.
Pada perdagangan tersebut terjadi aksi net sell asing senilai Rp884 miliar, dengan saham-saham unggulan seperti BUMI, BBRI, BBCA, INET, dan BMRI menjadi yang paling banyak dijual oleh investor asing.
Kondisi ini memengaruhi sentimen pasar domestik, namun rebound hari ini menunjukkan bahwa pasar siap menyerap tekanan dan kembali bergerak positif.
Sentimen Global Mendukung Kenaikan
Dukungan terhadap penguatan IHSG pagi ini datang dari performa positif pasar saham global. Wall Street pada Rabu, 26 November 2025, ditutup menguat, mencatat rally empat hari beruntun menjelang libur Thanksgiving.
Kenaikan ini dipicu rebound pada saham teknologi dan ekspektasi pasar terkait pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember.
Secara rinci, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 314,67 poin atau 0,67 persen, S&P 500 meningkat 0,69 persen, dan Nasdaq Composite bertambah 0,82 persen. Lonjakan saham Oracle sekitar empat persen, setelah Deutsche Bank menegaskan prospek positif perusahaan, juga menjadi katalis kuat bagi penguatan indeks secara keseluruhan.
Sementara itu, pasar saham Asia-Pasifik mengikuti tren positif Wall Street. Di Jepang, indeks Nikkei 225 dan Topix masing-masing menguat hampir dua persen.
Korea Selatan mencatat kenaikan signifikan, dengan Kospi melesat 2,67 persen dan Kosdaq naik 2,49 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,81 persen, Hang Seng Hong Kong naik 0,13 persen, Taiex Taiwan menguat 1,85 persen, dan CSI 300 China mencatat kenaikan 0,61 persen.
Prediksi Pergerakan IHSG
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyebutkan bahwa rebound IHSG hari ini berpotensi berlanjut.
Menurut analis tersebut, support IHSG berada di rentang 8.480-8.520, sementara resistance diperkirakan berada pada level 8.570-8.600. Dengan level-level teknikal ini, investor dapat memanfaatkan momentum untuk melakukan transaksi jangka pendek maupun trading harian.
Saham Pilihan Untuk Trading Hari Ini
Selain melihat pergerakan indeks, BNI Sekuritas juga memberikan rekomendasi saham yang berpotensi menguntungkan hari ini. Saham pilihan atau trading idea yang bisa menjadi fokus pelaku pasar meliputi:
BUMI – Saham ini menjadi perhatian karena aktivitas perdagangan yang meningkat, meski kemarin menjadi salah satu yang dijual asing.
BKSL – Potensi rebound terlihat dari pola teknikal serta sentimen positif sektor terkait.
BBYB – Saham ini menunjukkan peluang profit jangka pendek bagi trader harian.
INET – Didukung laporan kinerja yang stabil, saham ini menarik untuk momentum trading pagi.
CUAN – Nama unik ini masuk daftar saham yang layak dipertimbangkan hari ini untuk spekulasi harian.
RATU – Saham dengan volatilitas sedang ini berpotensi memberikan peluang keuntungan cepat bagi trader aktif.
Pemilihan saham-saham tersebut didasarkan pada analisis teknikal dan sentimen pasar, sehingga dapat membantu investor mengambil keputusan trading yang lebih strategis.
Strategi Investor di Tengah Rebound
Dengan rebound IHSG di pagi hari, pelaku pasar perlu memperhatikan beberapa strategi berikut:
Pantau Level Support dan Resistance – Trader disarankan melihat level support 8.480-8.520 dan resistance 8.570-8.600 untuk menentukan entry maupun exit point.
Manfaatkan Momentum Saham Pilihan – Fokus pada saham yang direkomendasikan oleh analis untuk memaksimalkan peluang cuan jangka pendek.
Tetap Perhatikan Sentimen Global – Kinerja pasar saham global, terutama Amerika Serikat dan Asia-Pasifik, tetap menjadi indikator penting bagi pergerakan IHSG.
Hindari Overtrading – Rebound pagi ini memberi peluang, namun disiplin tetap diperlukan agar tidak terjebak volatilitas mendadak.
Membuka perdagangan Jumat, 28 November 2025, IHSG menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah melemah pada hari sebelumnya.
Dukungan dari kinerja positif pasar global, rebound saham teknologi di Wall Street, dan rekomendasi saham pilihan dari BNI Sekuritas membuka peluang bagi investor untuk meraih keuntungan hari ini.
Dengan strategi yang tepat, pemahaman teknikal, serta perhatian terhadap sentimen global, investor dapat memanfaatkan momentum rebound IHSG untuk melakukan trading harian secara lebih efektif.
Saham-saham seperti BUMI, BKSL, BBYB, INET, CUAN, dan RATU dapat menjadi fokus utama, sementara level support dan resistance memberikan panduan untuk pengambilan keputusan yang lebih terukur.