Kemendag Hadirkan Promo Besar Akhir Tahun Dorong Belanja Nasional Nataru 2025

Jumat, 28 November 2025 | 15:11:44 WIB
Kemendag Hadirkan Promo Besar Akhir Tahun Dorong Belanja Nasional Nataru 2025

JAKARTA - Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pemerintah fokus mendorong konsumsi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui sejumlah program strategis. 

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan kombinasi kebijakan belanja nasional, pengawasan harga serta stok barang kebutuhan pokok (bapok), dan penyempurnaan regulasi minyak goreng sawit. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli sekaligus menjaga pasokan selama periode libur panjang.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, “Program belanja nasional terdiri atas Harbolnas, Belanja di Indonesia Aja (BINA) Great Sale Indonesia 2025, serta Every Purchase Is Cheap (EPIC) Sale.” 

Menurutnya, ketiga program ini dirancang untuk memacu aktivitas ekonomi, mendorong transaksi ritel, dan memperkuat pertumbuhan konsumsi domestik di penghujung tahun.

Harbolnas 2025: Diskon E-Commerce hingga Sepekan Penuh

Harbolnas 2025 berlangsung pada 10–16 Desember 2025, hasil kerja sama Kemendag dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA). Selama periode ini, konsumen dapat menikmati berbagai promo dan potongan harga menarik dari pelaku e-commerce nasional. 

Harbolnas menjadi salah satu momen strategis untuk meningkatkan belanja daring sekaligus memberikan akses harga terjangkau kepada masyarakat.

BINA Great Sale Indonesia 2025: Diskon hingga 80% di Pusat Perbelanjaan

Program kedua, BINA Great Sale Indonesia 2025, digelar mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Kegiatan ini melibatkan HIPPINDO dan APPBI, menargetkan pusat perbelanjaan nasional. 

Diskon hingga 80% ditawarkan untuk menarik traffic ritel offline, sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi lokal di kawasan perbelanjaan. Menurut Budi, “Program ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh barang kebutuhan dengan harga lebih hemat, sambil meningkatkan kunjungan ke pusat perbelanjaan nasional.”

EPIC Sale: Promo Menarik Sepanjang Desember

Selain dua program utama, Kemendag juga menghadirkan EPIC Sale selama 1–31 Desember 2025. Program yang melibatkan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) ini menawarkan potongan harga hingga 70%. 

EPIC Sale bertujuan memperkuat konsumsi domestik sekaligus memberikan kesempatan bagi pelaku usaha ritel untuk menyesuaikan stok barang jelang Natal dan Tahun Baru.

Pengawasan Harga dan Stok Bapok

Tidak hanya mendorong konsumsi, Kemendag juga intensif memantau harga dan stok barang kebutuhan pokok. Budi Santoso menegaskan, koordinasi dengan distributor, pemasok, dan asosiasi dilakukan secara berkala untuk memastikan ketersediaan bapok tetap stabil.

Beberapa lokasi yang telah dikunjungi tim Kemendag antara lain:

Pasar Raya Padang (18 November 2025)

Pasar Rakyat Sememi, Surabaya (13 November 2025)

Pasar Cihapit, Bandung (20 November 2025)

Menurut Budi, “Harga kebutuhan pokok saat ini relatif terkendali dengan baik. Minggu depan kami akan lanjut berkoordinasi dengan distributor dan pemasok agar pasokan tetap aman hingga Nataru.” Pemantauan langsung ke pasar rakyat ini menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga daya beli masyarakat.

Penyempurnaan Regulasi Minyak Goreng Sawit

Selain program belanja dan pengawasan bapok, Kemendag juga menyempurnakan Permendag Nomor 18 Tahun 2024 terkait minyak goreng sawit kemasan dan tata kelola minyak goreng rakyat. Perubahan aturan menekankan penyaluran MINYAKITA oleh BUMN pangan, yakni Bulog dan ID Food, minimal 35% dari total distribusi.

Budi menambahkan, harmonisasi regulasi hampir rampung, sehingga perubahan Permendag 18/2024 dapat segera diteken. Dengan aturan baru, distribusi minyak goreng rakyat diharapkan lebih optimal menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Sinergi Strategi Konsumsi dan Stabilisasi Harga

Gabungan tiga program diskon nasional, pengawasan bapok, dan penyempurnaan regulasi minyak goreng menunjukkan strategi Kemendag yang komprehensif. Tujuannya tidak hanya mendorong aktivitas ekonomi, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat di masa libur panjang.

“Dengan sinergi ini, masyarakat dapat memperoleh barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, pelaku usaha ritel memperoleh peningkatan transaksi, dan pemerintah tetap menjaga stabilitas harga,” ujar Budi.

Program-program ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan konsumsi jangka pendek, tetapi juga memperkuat ekosistem ritel nasional, termasuk e-commerce dan pusat perbelanjaan offline. 

Diskon besar hingga 80% di pusat perbelanjaan, serta penawaran menarik di e-commerce dan ritel, diprediksi akan menjadi magnet utama bagi konsumen menjelang Nataru 2025/2026.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Selain meningkatkan konsumsi, program Kemendag ini memiliki manfaat sosial. Harga yang terjangkau dan distribusi barang yang merata dapat membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah merayakan Natal dan Tahun Baru dengan lebih nyaman. 

Selain itu, stabilitas pasokan dan harga juga menjaga kepercayaan publik terhadap kemampuan pemerintah mengelola kebutuhan pokok.

Dengan strategi komprehensif, Kemendag berhasil menyatukan misi ekonomi dan sosial menjelang Nataru 2025/2026. 

Diskon belanja nasional, pengawasan harga dan stok bapok, serta penyempurnaan regulasi minyak goreng menjadi kombinasi langkah yang menjaga daya beli masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap aman.

Pendekatan ini diharapkan menjadi model bagi pemerintah dalam mengelola momen libur panjang di masa mendatang, sekaligus memperkuat koordinasi antara regulator, distributor, ritel, dan masyarakat luas.

Terkini

Cek paket Zalora: Panduan Lengkap Melacak Pesananmu

Minggu, 30 November 2025 | 12:17:46 WIB

Update Harga iPhone 13 di iBox Terbaru 2025

Minggu, 30 November 2025 | 12:17:45 WIB

10 Aplikasi Menulis di Android 2025

Minggu, 30 November 2025 | 10:17:06 WIB

Harga HP Tecno Pova 5 dan Spesifikasinya di Indonesia

Minggu, 30 November 2025 | 10:17:02 WIB