JAKARTA - Menjelang penghujung 2025, optimisme pemerintah terhadap pergerakan wisata di masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) semakin menguat.
Alih-alih hanya mengandalkan tren kunjungan rutin akhir tahun, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai bahwa kombinasi antara diskon tiket transportasi dan ratusan acara berskala nasional maupun internasional akan menjadi pemicu utama meningkatnya kedatangan wisatawan, baik dari mancanegara maupun domestik.
Keyakinan ini menjadi dasar bagi proyeksi kunjungan wisatawan yang lebih agresif, sebagaimana disampaikan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa.
Dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Ni Luh memastikan bahwa akhir tahun ini akan menjadi salah satu momentum paling strategis bagi sektor pariwisata nasional.
Ia menyebut bahwa berbagai program yang telah disiapkan pemerintah bukan hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah pelancong, tetapi juga mengakselerasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2025 periode yang biasanya menjadi tumpuan bagi pemulihan aktivitas ekonomi.
Kebijakan Diskon Transportasi Jadi Penggerak Awal Lonjakan Wisata
Ni Luh memproyeksikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Desember 2025 akan mencapai 1,3 juta orang. Selain itu, pergerakan wisatawan nusantara pada periode yang sama diperkirakan tembus sekitar 100 juta perjalanan.
Angka tersebut dianggap realistis mengingat kebijakan diskon tiket transportasi menjadi salah satu insentif yang paling efektif dalam menggerakkan mobilitas wisata.
“Desember nanti dengan adanya diskon tiket diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal IV/2025,” ujar Ni Luh.
Dalam konteks pariwisata nasional, kebijakan diskon ini terbukti mampu menarik minat masyarakat untuk melakukan perjalanan, baik ke destinasi favorit maupun ke daerah baru yang sebelumnya belum banyak dieksplorasi.
Kebijakan tersebut juga memberikan ruang bagi keluarga untuk berlibur dengan biaya lebih terjangkau, sekaligus memperluas kontribusi sektor pariwisata ke daerah.
244 Event Siap Digelar, Jadi Magnet Utama Pengunjung
Selain insentif tiket, jumlah agenda wisata yang berlangsung sepanjang periode Nataru menjadi faktor signifikan lainnya. Ni Luh mencatat bahwa akan ada 244 event yang digelar di berbagai wilayah Indonesia.
Rangkaian acara tersebut terdiri atas event berskala internasional maupun regional, mulai dari konser musik, festival budaya, hingga kegiatan MICE (meetings, incentives, conventions, and exhibitions).
Dari ratusan kegiatan tersebut, empat event besar menjadi pusat perhatian karena memiliki target pengunjung yang sangat besar dan berpotensi memberikan dampak ekonomi langsung ke daerah penyelenggara.
Pertama adalah Djakarta Warehouse Project (DWP) di Bali, dengan target 70.000 pengunjung. Kedua, Jogjarockarta Festival di Yogyakarta yang menargetkan 5.000 pengunjung.
Event besar lainnya adalah Festival Minangkabau dengan target 54.000 pengunjung, serta Big Bang Festival Jakarta yang ditargetkan mampu menarik hingga 895.000 pengunjung.
Skala dan persebaran acara ini menunjukkan bahwa aktivitas wisata pada akhir tahun tidak lagi terfokus pada kota-kota besar, tetapi merata di berbagai daerah.
Tren Kunjungan Meningkat Sepanjang Tahun Perkuat Keyakinan
Optimisme pemerintah tidak muncul secara tiba-tiba. Sepanjang 2025, tren kunjungan wisatawan mancanegara telah menunjukkan performa yang menguat. Ni Luh menegaskan bahwa momentum ini akan menjadi modal penting menjelang puncak liburan akhir tahun.
Kementerian Pariwisata sebelumnya mencatat bahwa hingga September 2025, jumlah wisman telah mencapai 11,43 juta orang, tumbuh 10,22% secara tahunan (year-on-year).
Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, menandakan pulihnya pasar global dan meningkatnya kepercayaan wisatawan asing terhadap Indonesia sebagai destinasi yang aman dan menarik.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana turut menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi dasar kuat bagi optimisme akhir tahun.
“Kami optimistis pada akhir tahun nanti, kami dapat mencapai target wisman melebihi 14 juta—15 juta kunjungan sesuai RKP [rencana kerja pemerintah] 2025 yang telah dimutakhirkan,” ujarnya.
Kontribusi Ekonomi Diproyeksikan Meluas Hingga Daerah
Dengan potensi 1,3 juta wisman dan 100 juta perjalanan wisatawan domestik, pemerintah memproyeksikan bahwa dampak ekonomi akhir tahun tidak hanya terpusat pada sektor transportasi dan perhotelan. Aktivitas kuliner, retail, UMKM, serta sektor jasa kreatif diperkirakan menjadi penerima manfaat terbesar.
Daerah penyelenggara event berskala besar seperti Bali, Yogyakarta, Sumatra Barat, dan Jakarta dipastikan akan menerima peningkatan kunjungan signifikan. Namun, penyebaran 244 event secara nasional membuat daerah lain juga berpeluang mendapatkan limpahan wisatawan.
Kemenpar menilai bahwa multiplier effect dari kegiatan wisata tahun ini dapat mengalir lebih merata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Tantangan: Pengelolaan Arus Wisata dan Kualitas Layanan
Meski optimistis, pemerintah tetap mengantisipasi sejumlah tantangan, mulai dari manajemen arus wisatawan yang sangat padat, potensi lonjakan harga akomodasi, hingga kesiapan infrastruktur di daerah yang menjadi lokasi event.
Untuk merespons hal itu, Kemenpar bersama pemerintah daerah melakukan sejumlah koordinasi intensif. Fokusnya adalah memastikan layanan transportasi berjalan lancar, kapasitas destinasi mampu menampung kunjungan besar, serta standar keamanan wisata dapat dijaga—terutama untuk event berskala internasional.
Outlook Akhir Tahun: Momentum Besar bagi Pariwisata Indonesia
Jika seluruh rencana berjalan sesuai proyeksi, maka akhir 2025 dapat menjadi salah satu periode terbaik bagi pariwisata Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Dorongan kebijakan, penguatan momentum kunjungan, dan kegiatan wisata yang masif diperkirakan akan menghasilkan kontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional.
Dengan demikian, pemerintah menilai bahwa masa liburan Nataru tahun ini bukan hanya sekadar periode wisata, tetapi juga peluang strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata unggulan di kawasan Asia.