JAKARTA - Pemerintah bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik untuk korban banjir di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, merinci jenis bantuan yang dikirimkan, mulai dari tenda pengungsi hingga alat bantu komunikasi, guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
Pelaksanaan pengiriman bantuan dilakukan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggunakan pesawat TNI AU.
Bantuan logistik ini merupakan tindak lanjut perintah Presiden Prabowo Subianto, yang memerintahkan koordinasi pengiriman melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno.
Ragam Bantuan Logistik
Teddy menjelaskan bahwa pemerintah mengirim berbagai jenis logistik sesuai kebutuhan korban banjir.
“Ada tenda sekitar 150, kemudian ada perahu karet karena sangat penting untuk evakuasi ada sekitar 64. Kemudian genset (alat bantu listrik). Diberangkatkan sekitar 100 alat komunikasi ke sana agar sinyal komunikasi bisa dimulai kembali,” jelasnya kepada awak media.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan makanan siap saji, tenaga kesehatan, dan obat-obatan, untuk memastikan korban banjir tetap memperoleh pelayanan dasar dan kesehatan yang memadai.
Dukungan Pesawat TNI AU
Pengiriman bantuan logistik memanfaatkan empat pesawat milik TNI AU, terdiri dari tiga pesawat Hercules dan satu pesawat A400M yang baru dibeli. Menurut Teddy, pengiriman bantuan sudah dimulai sejak 25 November 2025.
“Sejak saat itu, ragam bantuan logistik dikirimkan pemerintah menggunakan pesawat TNI AU,” ujar Teddy. Setiap pesawat membawa berbagai jenis logistik yang akan diturunkan di bandara terdekat lokasi terdampak untuk selanjutnya didistribusikan ke korban.
Titik Distribusi Bantuan
Bantuan akan diterima di beberapa bandara strategis yang paling dekat dengan lokasi terdampak banjir. Teddy merinci, distribusi dilakukan ke Padang, Sumatera Barat; Bandara Silangit, Sumatera Utara; serta Banda Aceh dan Lhokseumawe, Aceh Utara.
“Jadi (bantuan) akan ke Padang, Sumatera Barat, kemudian ke bandara terdekat di Tapanuli itu tepatnya nanti akan ke Bandara Silangit, Sumatera Utara, kemudian satu ke bandara di Banda Aceh dan Lhokseumawe (Aceh Utara) karena adalah bandara terdekat dengan lokasi terdampak,” jelas Teddy.
Setelah sampai di bandara, bantuan akan disalurkan lebih lanjut menggunakan jalur darat maupun udara dengan helikopter, menyesuaikan kondisi geografis dan kebutuhan di lapangan.
Prioritas Bantuan
Jenis logistik yang dikirimkan diprioritaskan untuk menanggulangi dampak banjir secara langsung. Tenda pengungsi disiapkan agar warga yang rumahnya terdampak banjir memiliki tempat berlindung sementara.
Perahu karet digunakan untuk evakuasi korban di wilayah yang terendam air. Genset dan alat komunikasi disiapkan untuk memastikan listrik sementara tersedia dan jaringan komunikasi kembali berfungsi.
Selain itu, tenaga kesehatan dan obat-obatan dikirim untuk menangani pasien terdampak bencana, termasuk masyarakat yang membutuhkan penanganan medis darurat. Makanan siap saji juga menjadi prioritas utama agar warga terdampak tetap memperoleh asupan gizi.
Koordinasi Pemerintah
Teddy menekankan bahwa pengiriman bantuan logistik merupakan bagian dari koordinasi terpadu pemerintah pusat dan daerah. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno memimpin pengaturan jalur distribusi agar bantuan bisa sampai tepat waktu ke lokasi terdampak.
Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa logistik tidak hanya tiba di bandara atau pelabuhan, tetapi juga sampai ke masyarakat terdampak secara cepat dan efisien.
Respon Cepat Pemerintah
Perintah pengiriman bantuan yang sudah dimulai sejak 25 November 2025 menunjukkan kesiapan pemerintah dalam merespons bencana. Teddy menjelaskan bahwa pemerintah memprioritaskan pengiriman barang-barang penting yang dibutuhkan segera di lokasi banjir.
Kesiapan armada pesawat TNI AU serta dukungan helikopter mempercepat distribusi, terutama di wilayah yang sulit dijangkau jalur darat. Langkah ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mengurangi dampak banjir terhadap masyarakat.
Dampak Bantuan bagi Masyarakat
Kehadiran bantuan logistik diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak banjir. Tenda pengungsi memungkinkan warga tetap memiliki tempat tinggal sementara yang layak, sementara perahu karet dan genset memfasilitasi evakuasi dan kebutuhan listrik di lokasi terdampak.
Alat komunikasi yang dikirimkan juga memastikan koordinasi tanggap darurat tetap berjalan, sehingga penyaluran bantuan berikutnya dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Pengiriman bantuan logistik oleh pemerintah untuk korban banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh merupakan langkah cepat dan terkoordinasi.
Dengan memanfaatkan pesawat TNI AU, helikopter, serta jalur darat, pemerintah memastikan bantuan seperti tenda pengungsi, perahu karet, genset, alat komunikasi, makanan siap saji, tenaga kesehatan, dan obat-obatan bisa sampai ke masyarakat terdampak dengan tepat waktu.
Ragam bantuan yang dikirimkan, menurut Teddy Indra Wijaya, adalah bagian dari perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan korban banjir memperoleh pelayanan dan perlindungan yang optimal.