FAST

FAST Target Ekspansi Agresif 1.000 Gerai KFC-Taco Bell Seluruh Indonesia

FAST Target Ekspansi Agresif 1.000 Gerai KFC-Taco Bell Seluruh Indonesia
FAST Target Ekspansi Agresif 1.000 Gerai KFC-Taco Bell Seluruh Indonesia

JAKARTA - PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) menyiapkan langkah ekspansi agresif dengan target jangka panjang membuka 1.000 gerai KFC dan Taco Bell di seluruh Indonesia pada tahun 2030. 

Strategi ini ditujukan untuk memperkuat penetrasi pasar dan memperluas kehadiran FAST di kota-kota besar maupun kawasan potensial di seluruh nusantara.

Direktur Fast Food Indonesia, Wachjudi Martono, menyampaikan bahwa perusahaan menargetkan pembukaan 60 gerai baru pada 2026. Target jangka menengah hingga 2030 adalah menambah 300 gerai baru sehingga total outlet mencapai 1.000 gerai. 

“Dengan rata-rata pembangunan sekitar 60 gerai per tahun dari 2026 sampai 2030, aspirasi kami adalah memiliki dan mengoperasikan 1.000 gerai di seluruh Indonesia,” jelas Wachjudi.

Rincian Target Gerai dan Proporsi KFC-Taco Bell

Dalam rencana ekspansi 300 gerai baru, Wachjudi menyebut bahwa mayoritas gerai akan didominasi oleh KFC, sedangkan Taco Bell diproyeksikan hanya menyumbang sekitar 5%-10% dari total outlet baru. Strategi ini sejalan dengan penetrasi KFC yang lebih kuat di pasar Indonesia dibanding Taco Bell yang masih berkembang.

Kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (Capex) untuk masing-masing gerai bervariasi sesuai tipe. Gerai freestanding membutuhkan Capex sekitar Rp10–12 miliar, gerai inline Rp6–8 miliar, sementara gerai mall berkisar Rp3–6 miliar. 

Tipe terkecil, disebut “box,” memerlukan Capex antara Rp2–3 miliar per unit. Untuk 60 gerai baru di 2026, rata-rata Capex diproyeksikan sekitar Rp5 miliar per gerai, sehingga total belanja modal mencapai Rp300 miliar.

Sumber Dana dan Skema Revenue Sharing

Sekitar 30% dari total Capex akan berasal dari internal perusahaan, sementara 70% sisanya berasal dari kolaborasi dengan investor melalui skema revenue sharing. Investor membangun gedung fisik, sedangkan FAST bertanggung jawab pada interior dan operasional. 

Revenue sharing diproyeksikan sekitar 5%-7% dari gross sales, sehingga model ini memungkinkan ekspansi lebih cepat dengan risiko investasi lebih terkendali.

Kondisi Ekonomi Mendukung Ekspansi

Wachjudi optimistis bahwa kondisi ekonomi Indonesia akan mendukung ekspansi besar-besaran ini. Pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan stabil sekitar 5,12% pada 2022–2025, yang didorong konsumsi domestik, investasi, ekspor, serta sektor jasa seperti pariwisata. 

Proyeksi pertumbuhan regional juga menjanjikan: Jawa 5,4%-8,2%, Bali 6,1%-7,3%, Nusa Tenggara 5,1%-6,6%, Kalimantan 5,4%-7,2%, Sulawesi dan Maluku 5,8%-8,5%, serta Papua dan Sumatra 5,5%-6,8%.

Menurut Wachjudi, tren pertumbuhan regional ini menjadi peluang strategis bagi FAST untuk menjangkau pasar baru, termasuk kota-kota sekunder yang sebelumnya kurang terlayani. Hal ini akan mendukung visi perusahaan untuk mendekatkan outlet kepada konsumen sekaligus memperkuat brand presence KFC dan Taco Bell.

Logistik dan Efisiensi Operasional

Keberhasilan ekspansi juga didukung jaringan logistik FAST yang telah ada, dengan 34 gudang tersebar di 30 kota. Infrastruktur ini memungkinkan distribusi bahan baku dan kebutuhan operasional restoran berjalan efisien, sehingga setiap gerai dapat beroperasi dengan lancar dan memenuhi standar kualitas yang konsisten.

“Penguatan jaringan logistik ini menjadi pilar penting dalam mendukung efisiensi dan kelancaran ekspansi operasional kami,” ujar Wachjudi. 

Dengan logistik yang matang, FAST mampu mengurangi risiko gangguan pasokan yang kerap menjadi kendala bagi jaringan restoran berskala nasional.

Proyeksi Keuangan dan Target Jangka Panjang

Selain ekspansi fisik, FAST juga fokus menjaga profitabilitas. Dengan strategi efisiensi biaya, optimalisasi rantai pasok, dan kerja sama revenue sharing, perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan berkelanjutan hingga 2030. 

Wachjudi menegaskan bahwa semua langkah ini diambil untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang dan memastikan perusahaan tetap kompetitif di pasar restoran cepat saji.

Meski rencana ekspansi ambisius, FAST meyakini prospek bisnis restoran cepat saji tetap positif di Indonesia. Tingginya penetrasi pasar, pertumbuhan kelas menengah, serta preferensi konsumen terhadap makanan cepat saji menjadi faktor pendukung utama.

Strategi Implementasi Ekspansi

FAST membagi ekspansi berdasarkan tipe gerai, lokasi strategis, dan proyeksi pasar. Gerai freestanding ditempatkan di area dengan potensi traffic tinggi, gerai inline di pusat perbelanjaan, sedangkan gerai “box” akan ditempatkan di lokasi-lokasi kecil namun strategis. Strategi ini memastikan bahwa setiap gerai dapat beroperasi optimal sesuai karakteristik pasar lokal.

Selain itu, perusahaan juga memanfaatkan data konsumsi dan tren perilaku pelanggan untuk menentukan lokasi dan format gerai baru. Pendekatan berbasis data ini diharapkan meningkatkan return on investment (ROI) per gerai dan meminimalkan risiko kerugian.

Dengan target ambisius mencapai 1.000 gerai pada 2030, FAST menegaskan komitmen untuk memperkuat kehadiran KFC dan Taco Bell di Indonesia. 

Strategi ekspansi yang terstruktur, didukung logistik efisien, serta skema pembiayaan kreatif melalui revenue sharing, menjadikan rencana ini realistis dan potensial mendorong pertumbuhan perusahaan secara signifikan.

“Rencana ekspansi ini kami harapkan dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan hingga 2030,” tutup Wachjudi, menegaskan visi FAST sebagai pemain utama industri restoran cepat saji di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index